LAPORAN PRAKTIKUM PERENCANAAN USAHA AGRIBISNIS
PEMBUATAN AMONIASI FERMENTASI (AMOFER)
JERAMI PADI

Disusun
Oleh :
Anindita
Aulia Kusmawati
Semester
II C
062417876
KEMENTERIAN PERTANIAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN (STPP)
MAGELANG
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga laporan praktikum pembuatan
amofer jerami padi ini dapat terselesaikan.
Laporan ini
disusun sebagai laporan praktikum pembuatan amofer jerami padi yang telah kami
lakukan untuk menumbuhkan kemampuan dan kreatifitas Mahasiswa Jurusan
Penyuluhan Peternakan STPP Magelang.
Ucapan terima
kasih kami sampaikan kepada :
- Ir.
Ali Rachman, M.Si selaku ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian
Magelang.
- Andiani
Andang selaku dosen pembimbing dan dosen pengampu mata kuliah Perencanaan
Usaha Agribisnis.
- Semua
teman yang telah mendukung dalam pembuatan laporan ini.
Demikian Laporan
ini dibuat, besar harapan penyusun atas keberhasilan pembuatan Laporan ini.
Kepada semua pihak yang telah membantu pembuatan Laporan ini kami ucapkan
terimakasih.
Magelang, 2018
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Salah
satu faktor permasalahan pakan ternak sapi yang sering timbul adalah penyediaan
bahan pakan ternak kurang seimbang antara musim kemarau dan musim penghujan.
Produksi hijauan sangat dipengaruhi oleh musim yaitu di musim hujan hijauan
pakan ternak tersedia dengan melimpah, sehingga kebutuhan ternak akan
tercukupi. Tetapi sebaliknya di musim kemarau hijauan pakan ternak sulit
didapatkan, sehingga terjadi kerawanan pakan ternak. Di satu pihak ternak
terancam kelaparan di musim kemarau, sedangkan dilain pihak tersedia potensi
yang sangat besar sebagai cadangan energi untuk ternak ruminansia. Yaitu limbah
pertanian berupa jerami padi, jerami jagung, jerami kacang - kacangan dan
sebagainya.
Potensi fisik jerami yang sangat besar
belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pemanfaatan jerami sebagian besar dibakar (37%)
untuk pupuk, dijadikan alas kandang (36%) yang kemudian dijadikan kompos dan
hanya sekitar 15% sampai 22% yang digunakan sebagai pakan ternak. Kendala utama
penggunaan jerami sebagai bahan pakan ternak adalah kecernaan (45-50%) dan
protein (3-5%) yang rendah.
Produksi jerami padi bervariasi yaitu
dapat mencapai 12-15 ton jerami segar per ha satu kali panen, atau 4-5 ton
jerami kering per ha tergantung pada lokasi dan jenis varietas tanaman yang
digunakan. Oleh karena itu jerami padi sangat penting artinya untuk
dimanfaatkan menjadi makanan ternak ruminansia khusususnya sapi potong, kambing
dan domba. Hanya saja jerami padi mutunya rendah , dimana jerami padi
mengandung serat kasar dan silikat yang tinggi sedangkan kadar protein dan daya
cernanya rendah.
Untuk meningkatkan mutu jerami padi.
perlu dilakukan proses fermentasi dengan menggunakan urea dan probiotik.
Probiotik adalah campuran berbagai mikro organisme yang berguna untuk
mempercepat proses pemecahan serat jerami padi, sehingga mudah dicerna oleh
ternak (Litbang Sumbar, tt).
B. Tujuan
1. Mahasiswa
mengetahui cara membuat amofer yang baik dan benar
2. Mahasiswa
mampu membedakan bagaimana amofer yang hasilnya baik maupun tidak
3. Mahasiswa
mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan amofer jerami
C. Rumusan
masalah
1. Apa
yang disebut dengan amofer ?
2. Apa
saja manfaat pakan amofer ?
3. Bagaimana
ciri-ciri amofer yang baik ?
4. Bagaimana
cara pemberian pakan amofer kepada ternak ruminansia ?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Amoniasi dan
fermentasi jerami padi merupakan perpaduan teknologi antara teknik amoniasi dan
teknik fermantasi yang dapat meningkatkan kadar protein dan daya
cerna. Hal ini sesuai dengan pendapat Imam (2011) yang menyatakan bahwa amoniasi dan
fermentasi jerami padi merupakan suatu metode pengolahan
jerami yang dapat memecah ikatan selulosa, hemiselulosa dan lignin sehingga
jerami lebih mudah untuk dicerna.
Amoniasi adalah salah satu perlakuan
penambahan bahan kimia pada pakan yang berserat tinggi,
yaitu amonia
atau urea (Wahid, 2010). Dijelaskan lebih lanjut bahwa bahan kimia seperti urea lebih disukai karena banyak
tersedia sampai di pedesaan. Penggunaan urea dengan takaran tepat, cukup air,
temperatur sesuai dan masa inkubasi yang cukup akan meningkatkan daya cerna jerami
padi di dalam pencernaan sapi sampai10% atau lebih.
Amoniasi merupakan proses pengolahan
jerami yang praktis untuk menghancurkan ikatan lignin, selulosa dan silika yang menjadi penghambat daya cerna
jerami (Maspary, 2010). Dijelaskan lebih lanjut bahwa dengan amoniasi juga akan
meningkatkan kandungan protein dan karbohidrat pada jerami padi. Selain itu
juga akan membebaskan jerami dari kontaminasi mikroorganisme. Menurut
Wahid (2010) pemberian
jerami yang sudah diamoniasi dengan urea 6% pada sapi dapat meningkatkan
konsumsi, daya cerna, berat badan dibandingkan dengan pemberian jerami tanpa
amoniasi. Menurut (Jajo, 2009) amoniasi mampu meningkatkan nilai nutrisi pakan kasar melalui
peningkatan daya cerna, konsumsi, kandungan protein kasar pakan dan memungkinkan
penyimpanan bahan pakan berkadar air tinggi dengan menghambat pertumbuhan
jamur.
Untuk menjamin proses fermentasi berjalan dengan baik, bahan harus
mengandung kadar air sekitar 60-70%. (Jajo, 2008). Fermentasi adalah proses
produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah
salah satu bentuk respirasi
anaerobik,
akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi
sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik
dengan tanpa akseptor elektron eksternal (http://id.wikipedia.org, 2012).
Amoniasi dapat meningkatkan kualitas
gizi jerami agar dapat bermanfaat bagi ternak. Proses ini dapat menambah kadar
protein kasar dalam jerami. Kadar protein kasar diperoleh dari amonia yang
terdapat dalam urea (http://www.livestockreview.com, 2012). Dijelaskan
lebih lanjut bahwa amonia
berperan memuaikan serat selulosa. Pemuaian selulosa akan memudahkan
penetrasi enzim selulase dan peresapan nitrogen, sehingga meningkatkan
kandungan protein kasar jerami.
Jerami yang telah diamoniasi memiliki nilai energi yang
lebih besar dibandingkan jerami yang tidak diamoniasi (http://www.livestockreview.com, 2012). Sebab kandungan senyawa karbohidrat yang sederhana menjadi
lebih besar. Amoniasi juga sangat efektif untuk membebaskan jerami dari
kontaminasi mikroorganisme dan menghilangkan aflatoksin yang ada di dalamnya.
Dengan adanya penerapan
teknologi Amoniasi dan
Fermentasi (Amofer) maka
jerami padi akan meningkat kualitasnya. Hal ini menyebabkan Pertambahan Bobot Badan (PBB) sapi
bisa meningkat dari sebelumnya, sehingga keuntungan peternak meningkat(Hartono, 2010)
BAB III
MATERI DAN METODE
1. Tempat
dan waktu
- Tempat
: praktik pembuatan amofer jerami padi dilaksanakan di kandang ternak besar
STPP Magelang
- Waktu
: praktik pembuatan amofer dilaksanakan pada hari selasa tanggal 15 mei 2018
2. Alat
dan bahan
Ø alat :
- selang
air
- ember
- terpal
- timbangan
- penggaruk
jerami
Ø bahan
:
- jerami
padi 1000 kg
- urea
6 kg
- starbio
6 kg
- air
secukupnya
3. cara
pembuatan
1. menyiapkan
bahan bahan yang dibutuhkan
2. mencampurkan
urea dan starbio di dalam ember
3. meletakkan
jerami kedalam bak besar setebal 40 cm
4. memadatkan
sambil terus diinjak-injak
5. menyiram
jerami degan air hingga jerami basah ( kandungan air 80%)
6. menaburkan
campuran urea dan starbio diatas jerami secara merata
7. mrnumpuk
jerami lagi diataskan dan begitu seterusnya sampai bak terisi penuh
8. diamkan
selama 21 hari
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Amofer jerami
adalah singkatan dari amonianisasi dan fermentasi. Dikenal dua proses dalam
Amofer. Yang pertama proses Amonianisasi yaitu suatu cara pengolahan jerami
padi secara kimiawi, yaitu dengan menggunakan gas amonia. Karena pengadaan gas
amonia mahal, sehingga dicarilah sumber gas ammonia lainnya yang murah dan
mudah diperoleh. Salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan urea atau
CO(NH2)2. Urea merupakan senyawa kimia yang mengandung lebih kurang
45% unsur nitrogen.
Manfaat dari amonianisasi yaitu :
-
Memperkaya
kandungan protein 2 sampai 4 kali lipat dari kandungan protein semula
-
Meningkatkan
daya cerna
-
Meningkatkan
kualitas pakan.
Dalam proses amonianisasi, amoniak akan berperan :
-
Menghidrolisa
ikatan lignin selullose
-
Menghancurkan
ikatan hemiselulosa
-
Memuaikan
atau mengembangkan serat sellulose sehingga memudahkan penetrasi enzim
sellulosa, dan meningkatkan kadar nitrogen, sehingga kandungan protein kasar
juga meningkat.
Sedangkan proses yang kedua adalah fermentasi yaitu suatu
proses an-aerob (tanpa membutuhkan udara) dengan memanfaatkan
campuran beberapa bakteri seperti moikroba proteolitik, lignolitik, selulolitik,
dan lipolitik yang terdapat pada starter mikroba. Dikatakan
juga bahwa, fermentasi adalah merupakan proses perombakan dari struktur keras
secara fisik, kimia dan biologis sehingga bahan dari struktur yang kompleks
menjadi sederhana agar daya cerna ternak menjadi lebih efisien.
Ciri – Cirri Amofer Jerami Yang Baik Adalah :
a).
Baunya agak harum,
b).
Warna kuning kecoklatan,
c).
Teksturnya lemas (tidak kaku),
d).
Tidak busuk dan tidak berjamur.
Tabel 1. Hasil pembuatan
amofer jerami
|
No
|
Indikasi
|
Sebelum
|
Sesudah
|
|
1.
|
Warna
|
Kuning
|
Kuning kecoklatan
|
|
2.
|
Bau
|
Segar
|
Harum (amoniak)
|
|
3.
|
Tekstur
|
Kaku
|
Lemas
|
|
4.
|
pH
|
-
|
4
|
Cara Pemberian Amofer Jerami sebagai Pakan Ternak
Ruminansia :
Ternak ruminansia mempunyai alat pencernaan yang
terbagai atas empat bagian, yakni rumen, reticulum, omasum dan abomasum. Dengan
alat-alat ini maka ternak ruminansia mampu menampung jumlah pakan yang lebih besar
dan mampu mencerna bahan pakan yang kandungan serat kasarnya tinggi. Sehingga
pakan pokok hewan ini berupa hijauan atau rumput dan pakan penguat sebagai
pakan tambahan. Pada umumnya bahan pakan hijaun diberikan dalam jumlah 10% dari
berat badan, dan pakan penguat 1% dari berat badan. Bahkan pakan ternak
ruminansia dapat digolongkan menjadi tiga, yakni pakan hijauan, pakan penguat,
dan pakan tambahan.
Amofer jerami padi sebagai pakan berserat untuk ternak
ruminansia, diberikan sebanyak 6 – 8 kg/ekor/hari. Sedangkan pakan konsentrat
diberikan sebanyak 1% dari berat badan. Perlu diketahui bahwa pemberian amofer
yang terus menerus harus ditambah dengan vitamin A agar ternak tidak tejadi
defisiensi vitamin A yang berakibat pada fungsi mata. Adapun dosis pemberian
amofer pada ternak sapi sesuai dengan umur sapi dan pemberiannya cukup dua kali
sehari dengan dosis seperti yang tertera pada tabel dibawah ini.
Tabel 2. Dosis pemberian
pakan amofer pada sapi :
|
Umur sapi
|
Pemberian / hari
|
Dosis / ekor
|
|
1 tahun
2 tahun
3 tahun
4 tahun atau lebih
|
2 kali
2 kali
2 kali
2 kali
|
5 kg
6 kg
8 kg
9 kg
|
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum
yang telah kami lakukan selain sebagai alternatif pakan pengganti hijaun, amofer
atau amoniasi fermentasi juga dapat dijadikan sebagai pakan yang memiliki nilai
gizi lebih baik dibandingkan dengan jerami tanpa perlakuan. Serta memeiliki
kandungan protein kasar tinggi yang didaperoleh dari amonia dalam urea.
B. SARAN
Praktikum ini sangaat
bermanfaat bagi kami ketika di lapangan, sehingga perlu ditingkatkan dan
diaplikasikan.
DAFTAR PUSTAKA
Radja, Zedga. 2012. Laporan
Fermentasi Jerami Padi. Diakses tanggal 04 juli 2018: http://zetbbppkupang.blogspot.com/2012/08/laporan-fermentasi-jerami-padi.html
Triyanto, KBT. 2017. Membuat Amofer
Jerami Padi Untuk Meningkatkan Gizi Jerami. Diakses tanggal 01 juli 2018: https://kabartani.com/membuat-amofer-jerami-untuk-meningkatkan-kualitas-gizi-jerami.html
LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar